Monday, October 25, 2010

CORETANKU 120

BILA AGAMA@HADIS TIDAK DIJADIKAN PENDOMAN UNTUK MEMILIH PASANGAN

Kencing muka lafaz talak tiga

Oleh Mohd Firdaus Ibrahim

KUALA LUMPUR: Hanya kerana masakannya tidak menepati selera, seorang isteri menerima deraan kejam dan tidak masuk akal apabila dibelasah, dicukur kepala hingga botak dan lebih mengaibkan, mukanya turut dikencing suaminya.
Dalam kejadian kira-kira jam 10 malam Khamis lalu itu, suami terbabit yang berusia lewat 30-an turut menceraikan isterinya dengan lafaz talak tiga ketika kencing ke atas mangsa.

Isterinya yang tidak tahan dengan kekejaman lelaki itu selain berasa diri amat terhina membuat laporan di Balai Polis Jinjang, di sini, pada hari kejadian, menyebabkan suaminya ditahan keesokan harinya


Sumber polis berkata, pasangan terbabit mendirikan rumah tangga sejak dua tahun lalu dan pernikahan mereka dilakukan di negara jiran tanpa mendaftarkan semula perkahwinan di sini

Menurutnya, dalam laporan wanita terbabit yang juga berusia 30-an, kejadian itu bukan pertama kali menimpanya kerana dia mendakwa sering dipukul sejak setahun lalu walaupun melakukan kesalahan kecil.

“Menurut mangsa, dia selalu dibelasah sekiranya lewat membuka pintu ketika suaminya pulang bekerja. Malah, pada Jun lalu, mangsa melarikan diri ke selatan tanah air kerana tidak tahan dengan kekejaman suaminya.

“Namun, selepas seminggu di sana, suaminya datang memujuknya serta berpura-pura insaf,” katanya.

Bagaimanapun, kata sumber itu, ketenangan yang dikecapi mangsa hanya sementara kerana selepas dua minggu berada di rumahnya, dia kembali dijadikan tempat melepaskan geram oleh suaminya.

“Dia terus dipukul atas kesalahan kecil, malah ada kalanya mangsa tidak tahu-menahu kesalahan yang dilakukannya,” katanya.

Menurutnya, selepas menerima laporan mangsa, polis melakukan gerakan memburu suami mangsa sebelum menahannya kira-kira jam 11 malam Jumaat lalu ketika dia berehat di rumahnya. Lelaki itu kini direman empat hari bagi membantu siasatan.

Sementara itu, Timbalan Ketua Polis Daerah Sentul, Superintendan Zainuddin Ahmad ketika dihubungi, mengesahkan mengenai penahanan lelaki terbabit dan memberitahu siasatan lanjut dilakukan...



YANG BERKENAAN



Disyariatkannya pernikahan terkandung maksud agar agama seseorang semakin sempurna, nafsu birahinya tidak serakah, terjaga ketahanan mental dan jasmani, memperkokoh tali persaudaraan, baik antar individu maupun dengan masyarakat, menjaga kemuliaan bangsa dan negara, serta meraih ampunan dosa. Namun, kini telah banyak manusia yang memilih kedudukan dan martabat hewani, enggan menikah, memilih hidup bebas tanpa batas dalam menyalurkan nafsu birahinya. Kenyataan ini tidak perlu dimungkiri, karena sudah ada sejak Allah menciptakan bumi. Bahkan sampai kiamat perilaku hewani itu mungkin tetap akan menghiasi kehidupan manusia yang tak pernah tersentuh nilai keimanan. Nafsu hewani telah menyatu dengan mereka sehingga membuat dirinya tidak mampu memahami tujuan-tujuan mulia dari disyariatkannya pernikahan.[1]
Bukan hal yang mengherankan bila kini banyak terjadi orang menikah hanya sekadar untuk melampiaskan dan mengumbar hawa nafsu birahi. Kawin-cerai menjadi budaya mereka hingga tidak ada ketentraman dalam berumah tangga. Mereka memandang bahwa hidup adalah uang dan kemegahan. Harta, tahta, dan wanita sebagai tolok ukur keberhasilan dalam mengarungi hidup hingga dalam memilih pasangan hidup selalu mengutamakan kekayaan material, keturunan, dan kecantikan. Bagi mereka, hal tersebut merupakan prestise dalam mengarungi kehidupan di tengah masyarakat. Agama dan akhlak bukan lagi dijadikan ukuran, bahkan menjadi cemoohan. Dengan harta dan tahta, mereka merasa hidup aman dan tentram, terlepas dari belenggu kemiskinan dan kehinaan. Ada pula di antara mereka yang menikah hanya sekadar mencari ajang penyaluran seks, mencari kenikmatan dan kepuasan duniawi. Hal tersebut senantiasa dijadikan dambaan dalam memilih pasangan hidup.
Memilih pasangan hidup hanya karena memenuhi keinginan nafsu adalah racun yang tidak boleh terlintas dalam benak seorang muslim. Harus kita sadari bahwa pembentukan keluarga mutlak harus diarahkan pada terciptanya keluarga yang islami. Bahkan Islam memandang hal ini sebagai proyek besar, yang tentu saja butuh keseriusan dalam mewujudkannya. Karena itulah di dalam Islam dijumpai pokok-pokok yang sangat rinci dan akurat tentang cara memilih pasangan hidup. Di sana ditegaskan tentang pentingnya kehidupan umat Islam yang harus dijiwai dengan sifat yang terkandung dalam Al-Qur’an hingga kemudian dapat menjadi contoh teladan bagi manusia di seluruh penjuru dunia.
Dalam pandangan Islam, masalah pernikahan mendapatkan perhatian khusus, lebih-lebih dalam memilih pasangan hidup, sehingga rumah tangga yang dibangun benar-benar kokoh dan bahagia. Sebab pembinaan rumah tangga berarti juga berdampak keselamatan, kebahagiaan individu, masyarakat, serta kemaslahatan dan kemuliaan umat manusia secara keseluruhan. Dalam masalah yang multikompleks seperti inilah Islam tidak pernah menganggap norma-norma material dan fenomena-fenomena yang menarik lainnya sebagai sesuatu yang penting. Tapi, Islam memberikan landasan yang sangat mendasar bagi tercapainya sebuah bangunan rumah tangga yang bahagia, sejahtera, penuh kedamaian dan ketentraman.[2]
Allah memberikan pengarahan agar tujuan dari pernikahan tidak hanya untuk mencapai kebahagiaan yang semu, melainkan agar mencapai ketentraman atau sakinah,[3] yang akan mengantarkan kepada kebahagiaan hakiki di akhirat kelak. Terdapat dua faktor yang menjadikan tatanan rumah tangga mencapai sakiinah, yakni mawaddah dan rahmah. Keduanya tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Dengan kata lain, dengan mawaddah tanpa rahmah, atau rah}mah tanpa mawaddah tidak dapat mencapai kehidupan yang sakiinah.
Namun, untuk mencapai pernikahan, Islam mensyariatkan terlebih dahulu untuk meminang (khitbah). Dalam hal ini diletakkan dasar-dasar untuk menetapkan memilih pasangan hidup, sebagaimana yang menjadi kecenderungan manusia pada umumnya. Akhirnya, rumah tangga yang terbentuk merupakan tujuan ideal suami-istri. Kesalahan awal dalam memilih pasangan akan membawa risiko pada masa-masa berikutnya bagi kehidupan rumah tangga yang bersangkutan.
Pedoman untuk memilih pasangan hidup cukup banyak dan beragam. Hal yang paling penting adalah membuat urutan langkah dan skala prioritas dalam menyikapi dasar-dasar ini. Selanjutnya, perlu menganalisis lagi apakah semua langkah tersebut sudah jelas bagi orang yang akan melangkahkan kakinya untuk menikah atau belum.[4]
Dalam hadis Nabi terdapat empat fakor yang menjadi kiteria dalam pemilihan pasangan hidup, yang sekali lagi sudah menjadi kecenderungan manusia pada umumnya. Idealnya keempat kriteria itu dapat dicapai dalam sebuah keluarga. Sebab, kunci kesuksesan bagi tatanan sebuah rumah tangga (suami-istri) adalah memilih pasangan hidup.
Salah satu hadis tentang kriteria memilih pasangan hidup adalah sebagai berikut:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
Artinya: Wanita dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka, menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.[5]
Beberapa faktor ini disampaikan dalam sabda Rasul saw. riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah sebagaimana tersebut di atas. Hanya saja, dalam sabda Rasul saw. tersebut dijelaskan tidak secara pasti dan rinci maksud kata al-diin, yang kemudian ditegaskan dengan perkataan “Jatuhkan pilihanmu pada yang beragama”. Dari ungkapan ini, bisa saja seseorang yang beragama (baca: Islam) “biasa”atau sederhananya “yang penting beragama Islam” termasuk ke dalam kategori ini (al-diin). Padahal, keberagamaan seseorang yang hanya berupa identitas tidak cukup dijadikan sebagai hasil akhir dari penggambaran kepribadian seseorang yang baik. Sebab, bisa saja orang yang rajin melaksanakan salat, puasa, haji dan ibadah-ibadah lainnya, perilakunya dalam masyarakat masih jauh dari maksud dan tujuan yang diharapkan oleh agama itu sendiri.
Oleh karena itu, sudah barang tentu sabda Rasul saw. tersebut jangan dipahami secara parsial. Sebab, Islam dengan aturan-aturannya yang jelas mengajarkan kesempurnaan dalam beragama (kaaffah). Maksud beragama dalam hadis itu bukan sekadar seseorang yang melaksanakan ibadah dalam segi ritual-formal belaka. Akan tetapi, keberagamaan orang tersebut diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jika seorang suami, ia betul-betul suami yang bertakwa. Adapun jika seorang istri, ia juga bertakwa, bisa memberi nasihat, bisa dipercaya, pandai menjaga diri, berakhlak mulia, taat menjalankan perintah agama, mengetahui hak Allah swt. dan hak suami, pandai menjaga nama baik keluarga, tidak bermaksiat, serta berusaha menciptakan ketenangan dan kedamaian jiwa bagi suami.
Dengan ungkapan lain, maksud agama dalam hadis tersebut adalah keberagamaan secara hakiki dan menyeluruh (kaaffah) yang meliputi keseimbangan antara iman dan amal sesuai dengan yang diharapkan dan dicita-citakan oleh Islam. Dalam rangka menjalani kehidupan kelurga, terlebih kehidupan masyarakat secara lebih luas, didasarkan pada ketentuan dan ketetapan Ilahi.

Saturday, October 23, 2010

CORETANKU 119

SIKAYA DAN SIMISKIN....SIKAYA CAKAP MEMBELA SIMISKIN...TAPI NI JADINYA...BANYAK LAGI YANG FAKIR MISKIN....ZAKAT KEMANA ..HANYA ALLAH YANG TAHU...

INI KERETA SIKAYA...PANJANG...MEWAH...YANG SELALU BERCAKAP TENTANG PERJUANGAN....

NEGARA



SIMISKIN

Hidup bawah jambatan



HAZMAIN memangku Siti Norafida sambil diperhatikan oleh Siti Faezah di bawah jambatan yang menjadi rumah mereka di Lebuh Raya Besraya, Kuala Lumpur semalam.


KUALA LUMPUR - Pengguna Lebuh Raya Sungai Besi (Besraya) di sini pasti tidak menyangka sebuah kolong di bawah jambatan yang mereka lalui di situ rupa-rupanya menjadi rumah kepada satu keluarga tiga beranak termasuk bayi mereka yang berusia setahun.
Bersama mereka ialah dua lelaki hidup yang turut merempat, Mohd. Hafiz Abdul Aziz, 30, dari Sepang dan Tan Chee Wah, 44, dari Serdang, Selangor.
Ketua keluarga itu, Hazmain Abdul Jalil, 28, membawa isterinya, Siti Faezah Abu Bakar, 27, dan anak perempuan mereka, Siti Norafida ke bawah jambatan itu sejak empat bulan lalu selepas dihalau dari sebuah rumah kosong yang sebelum itu menjadi tempat mereka berlindung.
Kawasan yang menjadi 'rumah' mereka itu tidak berdinding hanya dilapik dengan kayu sementara untuk mendapatkan bekalan air, mereka terpaksa mencuri air dari paip berdekatan

Friday, October 22, 2010

CORETANKU 118

SUDAH BELAJAR DIBARAT TAPI TAK MAHU LAGI MENDALAMI ILMU AGAMA...JIKA BIJAK MANA PUN...BODOH AGAMA DIKIRA JAHIL JUGA.....

SEKARANG ZAMAN...ORG AKAN RASA TERPELAJAR JIKA MENGAMBIL KATA ORG XBERIMAN@BARAT...RASA GAH...MACAM AYAT QURAN DAN HADIS DAH ABIS...SEBENAR MEREKA XMENGAJI....MENGAJI DIBARAT..CARA BERFIKIR CARA BARAT...SILAP2 JADI KEPARAT....

Antara 'barangan mereka' yang telah dijadikan ikutan oleh kebanyakan dari kita.

1. Kita diajar dalam buku biologi, buku pemakanan (kajian dan terbitan para kafir ni) bahawa kalau nak dapat vitamin B dan kalau nak tambah darah kita kena makan hati haiwan dan hati ayam tetapi sebenarnya Nabi kita tidak menggalakkan pemakanan organ dalaman. Nak ikut kafir ke nak ikut nabi kita?Sebenarnya makan hati ayam dapat melembabkan otak kita sbb hati merupakan organ dimana semua toksin akan dikumpulkan dan dineutralkan. so kepekatan toksin adalah tinggi di hati ayam. makanlah kita toksin tersebut serta bengaplah otak kita umat Islam sebab percaya buku sains keluaran kafir ini. 



2. Kita diajar dalam sains bahawa kopi tidak bagus untuk kesihatan. Namun sebenarnya kopi adalah antara minuman kegemaran Nabi kita selain susu dan madu. Cuba tengok Yahudi, mereka minum kopi, Starbuck. Profesor di UK yang Yahudi semua ada segelas kopi di tangan mereka.

3. Kita diajar memakan kambing tinggi kolesterol, namun kambing juga adalah makanan Nabi kita. Seolah-olah buku sains ni nak merendahkan pemakanan Nabi kita. Sebenarnya daging kambing adalah daging paling kurang kolesterol.

4. Kita diajar bahawa makan McDonalds adalah bagus, namun sebenarnya McDonalds adalah makanan yang sangat tinggi MSG dan kolesterolnya dan paling banyak lemak tepu trans.

5. Para kafir ni juga menggalakkan kita minum dan makan makanan yang langsung tak berkhasiat , contohnya coke dan maggi . Coke tu sangatlah beracun, pastu sangat tidak bagus untuk kesihatan (gula tinggi, berasid, pH dalam lingkungan 3.5, ada racun tersembunyi) . Dan para Melayu kita juga yang ketagih minum.

6 . Untuk pengetahuan, para kafir jugak mengwar-warkan kebaikan minum soya (sebab USA merupakan pengeluar soya terbesar), namun sebenarnya soya dapat melemahkan kejantanan lelaki dan mengurangkan kesuburan lelaki dan perempuan. selain itu juga soya dapat meningkatkan risiko kanser payudara, kanser ovari, kanser prostat, serta melemahkan otak dan tulang sbb dalam soya ada hormon estrogen yang sama dgn estrogen kat wanita. pastu soya ada phytic acid yang membuatkan penyerapan kalsium, magnesium dan zinc yang penting untuk badan kita terjejas.

References :
http://www.healingdaily.com/detoxification-diet/soy.htm

http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2010&dt=0525&pub=Utusan_Malaysia&sec=Dalam_Negeri&pg=dn_10.htm

http://www.fatfreekitchen.com/cholesterol/cholesterol-meats.html

http://resthour.blogspot.com/2009/03/hati-hati-makan-organ-dalaman.html

http://adji55.wordpress.com/artikel/kopi-berguna-atau-berbahaya/

http://kabaena.forumplatinum.com/wisata-kuliner-f15/kebaikan-kopi-yang-terbungkam-t427.htm


http://helmdahl.blogspot.com/

Thursday, October 21, 2010

CORETANKU 117

KUDRAT DARI ALLAH...YANG SEMPURNA KUDRATNYA IALAH ALLAH SWT...KUDRAT YANG BAIK...IALAH KUDRAT YANG MENJADIKAN IA TAKWA...HINGGA IA BERJAYA KE SYURGA...BUKAN DIGUNAKAN KUDRAT UNTUK MENDERHAKA KEPADA ALLAH DAN MENIPU....

Lembaga rambut panjang

Oleh Sahlina Sahkirin

RAWAT ...seorang pengamal perubatan tradisional sedang memulihkan pelajar yang terkena histeria.
RAWAT ...seorang pengamal perubatan tradisional sedang memulihkan pelajar yang terkena histeria.
MERSING: Kehadiran lembaga wanita berambut panjang serta kanak-kanak di belakang dewan Sekolah Menengah Anjung Batu (SMKAB) di sini, pagi semalam mencetuskan histeria membabitkan lebih 10 pelajar sekolah berkenaan.
Lembaga wanita serta kanak-kanak itu dikatakan menjelma di depan seorang pelajar perempuan sebelum ia berjangkit kepada lebih 10 yang lain termasuk tiga pelajar lelaki.

Pengetua SMKAB, Abu Othman Ibrahim berkata, kejadian berlaku jam 9.30 pagi dan pelajar terbabit dibawa ke surau sekolah itu sebelum diberikan rawatan.


“Kumpulan pelajar berkenaan tiba-tiba menjerit dan kami meminta bantuan tiga pengamal perubatan tradisional untuk membantu merawat mereka.

“Ibu bapa serta keluarga pelajar terbabit dengan kejadian turut dihubungi untuk dimaklumkan berkaitan kejadian,” katanya ketika ditemui di lokasi kejadian, semalam.

Sementara itu, ketua pengamal perubatan berkenaan dikenali sebagai Wahid Junid, berusia 40-an, mendakwa ada makhluk halus menjadikan kawasan belakang dewan SMKAB sebagai kediaman mereka.

“Seorang daripada mangsa mengalami histeria sejak Jumaat lalu dan masih belum pulih sepenuhnya akibat kejadian pertama dialami itu.

“Kami nasihatkan pelajar yang menjadi mangsa supaya memperbanyakkan amalan masing-masing selain tidak terlalu terbawa-bawa dengan kejadian yang menimpa mereka,” katanya.

Menurut Wahid, dia bersama dua lagi rakannya akan berusaha untuk cuba menghalang gangguan itu daripada berulang



'Ilmu adalah kudrat'

Oleh Muhamad Safar Ahmad, Ahmad Shahrul Nizam Muhammad, Idris Musa, Muhd Izawan Baharin, Maiamalina Mohamed Amin, Yusliza Yakimir Abd Talib, Muhammad Apendy Issahak dan Yusmizal Dolah Aling

CERIA...Najib bersama anggota Majlis Tertinggi Umno mendengar perbahasan menyokong ucapan dasar Presiden, semalam.
CERIA...Najib bersama anggota Majlis Tertinggi Umno mendengar perbahasan menyokong ucapan dasar Presiden, semalam.
KUALA LUMPUR: Presiden Umno, Datuk Seri Najib Razak, berkata Melayu abad ke-21 wajib mempersiapkan diri memanfaatkan segala hak dan peluang yang ada, termasuk tidak mempersiakan kuota, rizab dan permit.
“Apa gunanya kuota, rizab dan permit jika segalanya dipersiakan. Apa gunanya peluang jika ia digadai demi keuntungan jangka pendek.

“Melayu abad ke-21 harus gigih membina keupayaan dan kemampuan, bukan sekadar mendabik dada yang mereka harus berjaya kerana ia hak mereka untuk berjaya,” katanya ketika berucap merasmikan Perhimpunan Agung Umno 2010 di Dewan Merdeka, Pusat Dagangan Dunia Putra (PWTC), di sini, semalam.


Menurutnya, orang Melayu pada masa ini harus bersifat glokal, mampu bersaing dengan yang terbaik, mampu bertarung dengan yang paling kuat dan mesti menjadi yang terhebat di pentas antarabangsa.

“Saya tidak mahu menerima alasan anak Melayu masih lemah kesan penjajahan hampir lima kurun. Saya beserta rakan pimpinan dalam parti juga tidak rela melihat bangsa Melayu menjadi bangsa yang meminta-minta,” katanya.

Perdana Menteri berkata, beliau tidak mahu melihat bangsa Melayu menjadi bangsa berpuas hati dengan momokan rezeki secupak takkan jadi segantang.

“Saya ingin ingatkan semua, pertarungan hari ini pertarungan minda dan kemahiran. Siapa berilmu, siapa menguasai maklumat, dialah kudrat yang mempengaruhi persekitaran.

“Oleh itu, janganlah kita mengambil jalan mudah dengan bersifat dogmatik dan berpuas hati dengan bentuk berbanding isinya,” katanya dalam ucapan bertemakan Mendaya Bangsa Menerajui Kemakmuran.

Najib berkata, Umno tidak sekali-kali akan membiarkan bangsa Melayu menjadi bangsa yang melukut di tepi gantang, bangsa yang menjadi dagang di negeri sendiri dan Umno komited untuk melakukan bukan saja apa yang terbaik, tetapi apa yang betul demi rumpun Melayu.

Justeru beliau menegaskan, demi membina masa depan dan mendaya bangsa Melayu, ahli Umno harus melalui tiga fasa pemulihan.

“Fasa pertama dan terpenting memperakui kelemahan dan masalah yang kita hadapi. Fasa kedua adalah untuk membuat muhasabah dan mencari penawar mustajab memperbaiki kekurangan. Fasa ketiga memulakan gerak kerja,” katanya.

Beliau berkata, hakikatnya Umno parti politik pertama berani meluaskan medan pemilihan sehingga membabitkan 140,000 ahli, dengan pertandingan amat kompetitif.

Katanya, Umnolah parti berperanan merubah orang Melayu daripada bangsa tidak berkesedaran politik sebelum Perang Dunia Kedua kepada bangsa yang mampu merebut kemerdekaan dengan siasah hujung lidah menundukkan kuasa besar dunia iaitu British.

“Tidak cukup dengan itu, tersusun kemas dalam rekod negara, parti Umno menggerakkan kesedaran nasionalisme, semangat patriotisme dan demokrasi politik.

“Dalam gambaran besar, terbukti utuh, kepemimpinan Umno berjaya teraju ulung mentransformasikan Malaysia dengan pantas seperti dikecapi hari ini,” katanya.

Najib turut menjelaskan falsafah induk 1Malaysia diperkenalkannya adalah penerusan kepada wawasan pragmatik lima Perdana Menteri sebelum beliau.

“Gagasan 1Malaysia juga selaras nilai Islam dan semangat ditunjukkan sirah Rasulullah s.a.w dalam pembentukan negara dan ketamadunan Islam terawal di Madinah.

“Bersyukurlah Malaysia sebagai sebuah negara berbilang kaum dan agama, kekal stabil serta bebas konflik besar. Setiap orang perlu menerima hakikat kepelbagaian kaum satu rahmat dan aset anugerah Allah,” katanya.

Najib turut menekankan kedudukan orang Melayu serta Bumiputera dan kepentingan kaum lain dari segi politik termaktub jelas dalam Perlembagaan Persekutuan.

“Ia terkunci kemas dalam artikel Bahagian 3 mengenai kewarganegaraan, Perkara 38 berkait Majlis Raja-Raja, Perkara 152 mengenai Bahasa Kebangsaan dan Perkara 153 mencakupi antara lain Perezapan kuota perkhidmatan dan permit orang Melayu,” katanya

CORETANKU 116

INSYAALLAH.... MEREKA AKAN DIBALAS SETIMPAL DENGAN SIFAT DERHAKANYA....IBADAHNYA ALLAH TAK TERIMA....MEREKA MASUK NERAKA ATAS SEBAB KEDERHAKAANNYA...KECUALI IBU MEMAAFKANNYA

9 anak 'buang' ibu kuat makan

Oleh Mary Victoria Dass

JOHOR BAHRU: Hanya dengan alasan ibu kuat makan, seorang wanita tua yang lumpuh separuh badan dihantar anaknya ke pusat jagaan warga emas. Lebih menyedihkan, wang pencen arwah suami yang sepatutnya menjadi haknya turut dikaut sembilan zuriatnya itu setiap bulan.
Wanita berusia 84 tahun yang hanya mahu dikenali sebagai Aminah, dihantar ke pusat jagaan selepas semua anaknya bersikap lepas tangan mengenai kebajikannya sedangkan ada antara mereka berjawatan tinggi termasuk bergelar profesional.

Akibatnya, Aminah bergantung sepenuhnya terhadap ihsan pihak lain bagi meneruskan kehidupan walaupun dia sebenarnya berhak mendapat pencen arwah suami RM700 sebulan.

“Sebelum suami meninggal dunia, dia berpesan kepada anak supaya menjaga saya. Namun, setahun selepas suami meninggal, kedua-dua kaki saya lumpuh sehingga terpaksa mengengsot.

“Sejak itu saya dianggap beban oleh anak hingga mereka menolak satu sama lain menjaga saya sebelum mengambil keputusan menghantar saya ke pusat jagaan ini tiga tahun lalu,” katanya.

Aminah mempunyai sembilan anak, lima lelaki dan empat perempuan berusia antara 30-an hingga lewat 50-an. Suaminya yang bekerja sebagai anggota polis meninggal dunia 10 tahun lalu.

Menurutnya, dia yang lebih banyak menguruskan semua sembilan anak kerana suami sering bertugas luar daerah, mendidik mereka dengan penuh kasih sayang sehingga berjaya.

Aminah berkata, buat masa ini, perbelanjaannya bagi membeli ubat-ubatan mahupun lampin pakai buang yang mencecah RM800 sebulan diuruskan Pusat Jagaan Warga Emas Nur Ehsan di Taman Bukit Kempas.

Menurutnya, hasratnya menggunakan wang pencen arwah suaminya tidak kesampaian kerana setiap kali persoalan itu ditimbulkan, ia mencetuskan pertengkaran di kalangan anak.

“Mereka mengambil wang itu secara bergilir-gilir. Jika anak sulung lelaki menggunakannya bulan ini, anak kedua mengambilnya pada bulan depan sebelum kad ATM (mesin juruwang automatik) itu diserahkan kepada anak ketiga.

“Saya sedih kerana setiap kali meminta daripada pengurusan pusat jagaan termasuk membeli minyak angin kerana tidak mempunyai wang sedangkan anak bekerja dan hidup senang,” katanya yang sebak ketika menceritakan kisah hidupnya.

Sementara itu, Pengurus Pusat Jagaan Warga Emas Nur Ehsan, Norijah Bidin, 45, berkata, seorang anak wanita berkenaan menghantar ibu kandungnya itu ke situ dengan alasan wanita berkenaan terbabit kuat makan.

Menurutnya, biarpun pada awalnya berjanji mahu membantu meringankan kos penjagaan ibunya dengan menyerahkan wang pencen arwah bapanya, lelaki berusia 40-an itu langsung tidak mengambil peduli mengenai warga emas terbabit sejak dihantar ke situ, kira-kira tiga lalu.

“Kadangkala nenek berkenaan segan meminta hingga kami menggunakan pendekatan psikologi supaya dia tidak kesunyian dan tidak berasa rendah diri dengan keadaannya itu.

“Kami bukan mendesak keluarga itu, tapi sekurang-kurangnya mereka yang berkemampuan sepatutnya membantu meringankan kos yang ditanggung pusat jagaan,” katanya



'Abang tak amanah'

Oleh Ahmad Nazri Mohamad dan Mary Victoria Dass

JOHOR BAHRU: “Bukan semua kami adik-beradik ambil wang pencen ayah untuk kegunaan sendiri, tapi hanya seorang abang kami yang salah gunakan wang itu.
“Dia kami amanahkan untuk mengambil wang pencen ayah dan gunakannya untuk bayaran di rumah penjagaan emak kami, tapi dia salah gunakan wang itu.”

Demikian penjelasan anak bongsu wanita berusia 84 tahun dikenali sebagai Aminah yang lumpuh separuh badan dan tinggal di Pusat Jagaan Warga Emas Nur Ehsan di sini.


Semalam, Harian Metro menyiarkan kisah Aminah yang mendakwa dibuang sembilan anaknya ke pusat jagaan itu, malah pencen arwah suaminya sebanyak RM700 sebulan turut dikaut anak-anaknya bergilir-gilir setiap bulan.

Berikutan laporan itu, seorang lelaki berusia 37 tahun yang juga anak bongsu Aminah berkunjung ke Pusat Jagaan Warga Emas Nur Ehsan dan menafikan apa yang dikatakan ibunya.

“Apa yang emak saya cakap tidak boleh diambil kira 100 peratus kerana usianya lebih 80 tahun. Dia sering lupa dan nyanyuk. Cuba tanya dia dua tiga kali (mengenai sesuatu perkara), pasti dia tidak ingat,” katanya.

Katanya, semalam dia mengeluarkan ibunya daripada pusat jagaan berkenaan kerana tersinggung dengan kenyataan pengurusan Pusat Jagaan Warga Emas Nur Ehsan berhubung ibunya itu.

“Sebaik membaca Harian Metro pagi tadi (semalam), saya pergi ke sana (pusat jagaan) dan keluarkan emak. Sekarang emak tinggal bersama abang saya dekat Masai,” katanya.

Ditanya bagaimana adik-beradiknya menjaga Aminah, anak bongsu terbabit berkata, mereka belum memutuskan sama ada menghantar ibu ke pusat penjagaan orang tua lain atau menjaganya sendiri.

Menurutnya, sebelum ini emaknya ditempatkan di sebuah pusat jagaan harian, tetapi kosnya terlalu tinggi iaitu RM1,200 sebulan menyebabkan adik-beradiknya menghantar wanita itu ke pusat jagaan berkenaan.

“Bukan kami tidak mahu jaga emak, tetapi emak perlu jagaan sepenuhnya kerana dia lumpuh dan masing-masing (adik-beradik) tak dapat berbuat demikian,” katanya.

Lelaki itu turut menafikan dia bersama adik-beradiknya menghabiskan wang pencen arwah ayah mereka, sebaliknya memberitahu sebahagian besar wang itu digunakan untuk membayar kos penjagaan ibunya di Pusat Jagaan Warga Emas Nur Ehsan.

“Daripada RM700 itu, RM500 digunakan untuk membayar kos penjagaan di pusat berkenaan manakala RM200 lagi digunakan untuk diberikan pada ibunya selain membeli keperluan seperti lampin pakai buang dan ubat-ubatan.

“Sepanjang ditempatkan di sana, adik-beradik saya bayar (guna) duit pencen (kos penjagaan), tetapi seorang abang buat hal, habis kami semua dipandang serong masyarakat,” katanya yang menyifatkan apa yang berlaku ibarat kerana nila setitik, rosak susu sebelanga.

Lelaki itu turut menafikan dia dan adik-beradiknya mengabaikan Aminah, sebaliknya memberitahu dia membawa wanita itu ke rumah seorang abangnya untuk menyambut Aidilfitri baru-baru ini.

“Selain membawa emak pulang berhari raya di rumah abang, saya memberinya duit raya dan membelikan baju baru,” katanya.

Sementara itu, Pengurus Pusat Jagaan Warga Emas Nur Ehsan, Norijah Bidin, 45, berkata anak warga emas berkenaan berkunjung ke pusatnya dan melahirkan rasa kesal.

“Dia berjanji akan menjaga ibunya sebaik mungkin. Pada mulanya kami terkilan apabila lelaki itu tiba-tiba muncul dan menyatakan mahu bertemu ibunya seketika. Bagaimanapun, dia berubah fikiran sebelum meluahkan hasrat membawa pulang ibunya,” katanya.

Menurut Norijah, biarpun Aminah keberatan meninggalkan pusat jagaan itu, dia akur dan menuruti kehendak anaknya.

Katanya, hasil persetujuan kedua-dua pihak, pengurusan pusat jagaan itu membenarkan Aminah dibawa pulang dengan harapan kehidupannya lebih ceria di samping anak dan cucu.

“Kami berterima kasih kepada pelbagai pihak yang menghubungi pusat jagaan dan menyatakan simpati terhadap nasib Aminah,” katanya.

Ketua Penolong Pengarah, Jabatan Perkhidmatan Awam Malaysia, Bahagian Pasca Perkhidmatan, Ahmad Nizam Norali pula berkata, pihaknya berusaha mendapatkan nombor kad pengenalan penerima pencen berkenaan untuk siasatan.

Pihak berkenaan juga akan menghubungi pusat jagaan itu bagi mendapatkan maklumat berkaitan Aminah.

“Wanita berkenaan lebih berhak mendapatkan wang pencen arwah suaminya dan kami akan menjalankan siasatan sebelum mengambil tindakan,” katanya ketika dihubungi, semalam



KOMEN...

TAK KAN 700 SAJA..PENCEN SUAMI MENGURUS EMAK...KALAU SEORANG SERATUS...DAH JADI 1600 RINGGIT....MEWAH EMAK...TAK KAN SERATUS TAK BOLEH BAGI...
TAK INGAT KE

EMAK MENGANDUNGKAN KITA
JAGA MASA BABY
KETIKA BELAJAR HINGGA KAWIN
HINGGA IA TUA DAN LUMPUH DAN NYANYUK...

SIKIT MAU INGATLAH....

CORETANKU 115

SIBUK DENGAN MESIN LAYAN DIRI...HINGGA HUBUNGAN DENGAN  ALLAH PUN LAYAN DIRI...MASING2 HAL...XBOLEH DINASIHAT....XBOLEH LAGI MENEGUR MUNGKAR YANG DILAKUKAN DAN XBOLEH MENGAJAK MENGAMALKAN PERKARA2 AMAL MAKRUF....NANTI JADI MARAH...APA KATANYA...KUBUR MASING2....

RENCANA UTAMA


Mesin layan diri moden


MESIN layan diri di Jepun bukan saja menjual makanan atau minuman bahkan mempunyai fungsi sosial.



IA menjual payung, bunga, makanan yang dimasak, minuman sejuk selepas gempa bumi malah adakalanya mampu membaca fikiran manusia. Begitulah cara lima juta mesin layan diri di Jepun berfungsi.
Boleh didapati di seluruh negara, jumlah kedai runcit automatik itu menyamai lampu isyarat di negara tersebut dan menawarkan pelbagai produk menarik, bahkan adakalanya memeningkan kepala.
Memandangkan kadar jenayah yang rendah di Jepun, syarikat pengeluar mesin layan diri boleh meletakkannya di mana-mana saja. Sama ada di tengah-tengah kota yang penuh dengan lampu neon sehinggalah di puncak Gunung Fuji, tanpa perlu bimbang dicuri atau dimusnahkan bagi mendapatkan duit syiling yang terdapat di dalamnya.
"Ia memang memudahkan hidup, saya berharap mempunyai satu mesin yang sama dalam bilik saya," kata Hibiku Miura, 18, yang banyak bergantung kepada mesin itu sama seperti rakyat Jepun lain.
Persaingan sengit
Jepun mempunyai 2.5 juta mesin layan diri yang menjual minuman, bersamaan dengan satu mesin bagi setiap 50 orang. Ia menjana pendapatan AS$27 bilion (RM83 bilion) tahun lalu, menurut Pertubuhan Pengeluar Mesin Layan Diri Jepun.
Mesin yang menjual barangan lain seperti rokok hinggalah alat permainan, jambangan bunga malah cetakan ramalan di kuil Shinto. Kesemua itu meningkatkan pendapatan yang mencecah lima juta, mengikut anggaran industri.
Dalam pasaran mesin layan diri paling tepu di dunia, para pengeluar mesin bersaing untuk menarik perhatian pelanggan dengan menggunakan lampu neon hinggalah tawaran pelbagai rangkaian barangan.
Dole Japan Ltd. misalnya, menarik perhatian ramai apabila mesin layan dirinya menjual pisang sejuk di sebuah stesen kereta api di Tokyo bulan Jun lalu pada harga 130 yen (RM4.80) sebiji atau 390 yen (RM14.40) sesikat yang mempunyai lima biji pisang.
"Kamu boleh membeli pisang di kedai 24 jam atau pasar raya, tetapi ada yang gemar membeli daripada mesin layan diri. Ramai berpendapat ia seronok untuk dilihat, dibeli dan dimakan," kata jurucakap Dole, Hiromi Ohtaki.
Sejumlah daripada mesin tersebut mempunyai fungsi sosial seperti laporan berita dan skor terkini besbol pada papan elektroniknya.
Coca-Cola (Japan) Co. menyatakan 5,100 daripada keseluruhan 980,000 mesin layan dirinya mengeluarkan minuman percuma jika berlaku gempa bumi besar dan bencana-bencana lain.
Terbaru, sebuah mesin layan diri membekalkan 680 botol minuman kepada mereka yang melarikan diri dari kediaman masing-masing di utara Jepun, Hokkaido, apabila gempa bumi di Chile mencetuskan amaran tsunami di negara tersebut pada Februari lalu.
Di sebuah kampung terpencil di Okinawa, Coca-Cola menyatakan sokongannya pada tinjauan alam sekitar dengan meletakkan mesin layan diri bermikrofon untuk merakamkan kicauan burung yang jarang ditemui.


MESIN layan diri di sebuah stesen kereta api di Tokyo menjual pisang pada harga RM4.80 sebiji.


Mesin layan diri terkini yang berteknologi tinggi menggunakan kamera dan perisian yang boleh mengesan jantina dan usia seseorang, dengan ketepatan sekitar 75 peratus.
Dengan menggunakan data jualan, mesin yang diletakkan di stesen kereta api Shinagawa, Tokyo itu mampu melihat seseorang dan menyarankan minuman sukan atau setin espresso sejuk mengikut jumlah kebijaksanaan pemasaran terkumpul.
Privasi pengguna
Hidemi Mio, 48, yang mencuba mesin itu berkata, mesin yang menggunakan otak digital itu selepas sesaat mencadangkan kepadanya tiga jenis minuman di paparan skrin sentuh sebesar 119 sentimeter lebar, termasuklah teh berperisa.
Apabila mesin itu mencadangkan salah satu minuman kegemarannya, Mio menyatakan dia akan memilih saranan mesin tersebut pada masa akan datang jika dia tidak boleh membuat keputusan.
Bayaran boleh dibuat dengan meleretkan kad kredit, telefon bimbit atau tunai.
Bagi melindungi privasi pengguna, mesin tersebut akan memadam imej pengguna tetapi data jantina, umur dan pilihan belian dikumpulkan, kata Pengurus Besar Jualan di JR East Water Business Co. yang memiliki mesin itu, Toshinari Sasagawa.
"Kami mendapat data mengenai barang yang dijual, lokasi dan waktu sesuatu barang dijual. Malah kami turut mengumpul maklumat ciri-ciri pelanggan dengan harapan dapat mengeluarkan produk baru dan pembangunan," katanya.
Mesin itu banyak diperkatakan sejak bulan lalu dengan hasil jualan yang meningkat tiga kali lebih banyak berbanding 50 mesin layan diri lain di stesen yang sama.
JR East Water Business, yang dimiliki penuh oleh pengendali kereta api gergasi, merancang untuk menempatkan 500 unit mesin layan diri generasi baru mesin itu dalam masa dua tahun.
Pada masa depan, mesin layan diri mungkin ditingkatkan dari sudut komunikasi dengan pelanggan.
"Kami mahu pelanggan menikmati pengalaman dan seronok ketika proses membeli yang berbeza daripada mesin layan diri lain," ujar Sasagawa. - AFP

CORETANKU 114

BAGUS...PENUH ADAB DAN TELITI....TETAPI BAGAIMANA PENGAJARANNYA DAN HUKUMNYA...KENAPA BERPILIH2 UNTUK DIGUNAKAN PAKAI.....

RENCANA UTAMA


'Diracik, dimandi dan dikebumi'




EMPAT tahun lalu, Rahmat Mahdan, 52, sedih apabila melihat taburan kertas yang tertera ayat-ayat suci al-Quran di sebuah pusat pengumpulan barang kitar semula.
Perasaan sayu itu lantas membuatkannya terdetik untuk melakukan sesuatu.
Demi mengelakkan keadaan tersebut daripada terus berulang, dia berazam untuk mendapatkan ruang sempurna bagi mengurus dan menyelamatkan wahyu Allah itu daripada dibiarkan sebegitu.
Nalurinya ternyata gusar apabila memikirkan tentang sikap tidak peduli segelintir umat Islam mengenai perkara itu.
Memang adakalanya, ayat- ayat al-Quran yang sudah terkoyak daripada kitabnya atau daripada petikan bahan bacaan ilmiah lain tidak lagi boleh disimpan atau dimanfaatkan. Namun, membuang dengan sesuka hati bukanlah jawapannya.
“Masyarakat pada hari ini mudah menyerahkan segala urusan kitar semula menggunakan khidmat pengumpul surat khabar lama yang selalu datang ke kawasan kediaman dengan lori.
“Lebih menyayat hati apabila bahan bacaan yang hendak dilupus itu terkandung ayat-ayat suci al-Quran.
“Adakah mereka terfikir tentang ‘nasib’ kesucian wahyu Allah itu?” keluh pemilik dan peneraju syarikat Percetakan Saufi Sdn. Bhd. tersebut.
Dia bagaimanapun tidak menafikan faktor kesibukan urusan kerja menjadikan segolongan orang terlupa akan hal itu.
Rahmat mula berfikir panjang untuk berbakti atas matlamat melindungi kandungan al-Quran dan hadis Rasulullah.

LAMBAKAN al-Quran dan buku ilmiah menunggu waktu dilupuskan.


Sebagai langkah awal, Rahmat mengumpulkan pandangan daripada beberapa orang tokoh agama seperti Imam Satu masjid Wilayah Persekutuan, Ustaz Moghni Israri dan Pengetua Darul Quran Selangor, Ustaz Azahari Othman.
Malah, kunjungan tenaga pengajar dari Masjidil Haram, Mekah, Dr. Syeikh Md. Idrees Al-Mashrafe ke Malaysia juga menjadi peluang buat Rahmat merujuk kepadanya mengenai hal tersebut.
Selanjutnya, Rahmat mengambil inisiatif dengan melihat sendiri cara terbaik pelupusan al-Quran di beberapa buah negara terpilih.
“Tiga tahun lalu saya berkesempatan ke beberapa lokasi seperti Hanoi, Singapura, Indonesia dan Syria untuk menimba pengalaman kerana saya sangat berhajat untuk membuka tapak khas bagi pengurusan pelupusan ayat-ayat suci.
Memelihara dan melupus
“Ayat suci al-Quran ini tidak akan dicampurkan dengan sebarang bahan bacaan lain. Saya mahu memeliharanya sebaik mungkin dan melupuskannya dengan cara betul,” terangnya.
Rahmat juga memberitahu, kebiasaannya sesetengah orang Islam memilih untuk membakar dan menanam ayat-ayat suci itu.
Bagaimanapun, jika diamati, helaian kertas yang terdapat ayat al-Quran tidak mampu hancur sepenuhnya apabila ia dibakar dengan cara biasa.
Malah ketika dibakar, serpihan itu mudah berterbangan dengan kesan petikan ayat yang masih tertera. Jadi, proses itu tidak mampu melupuskannya dengan sempurna.
“Ramai yang pilih untuk membuat cara begitu, kemudian ditanam. Tetapi jika ia ditanam di kawasan yang cenderung menjadi laluan orang ramai, ia tetap meragukan kerana kalimah al-Quran tidak boleh dilangkah,” jelasnya yang antara lain mengingatkan orang ramai tentang ‘nasib’ potongan ayat al-Quran yang turut terdapat dalam sesetengah kad jemputan perkahwinan.
Hajat terlaksana
Berkat kesungguhan mengejar matlamatnya, Rahmat kini mampu menarik nafas lega kerana dikurniakan rezeki untuk menyediakan sebidang tanah sebagai tapak pelupusan al-Quran.
Terletak di Batu 10 Cheras, Kajang, Selangor, lokasi itu menempatkan sebuah gudang yang dipenuhi timbunan al-Quran lama, hadis dan buku pembelajaran agama.
Di situ, kelihatan dua orang pekerja wanita tekun mengoyakkan helaian buku satu persatu.

INSINERATOR rekaan Rahmat perlu dipanaskan terlebih dahulu sebelum proses pelupusan dimulakan.


“Kertas-kertas itu diasingkan mengikut kategori. Helaian al-Quran tidak dicampur dengan helaian bahan bacaan lain. Proses itu perlu dipastikan dahulu sebelum ia dimasukkan ke dalam mesin peracik khas,” ujarnya yang ketika ini menghadapi cabaran mendapatkan tenaga kerja yang mencukupi.
“Saya kadangkala terpaksa menolak jika ada pihak yang mahu menghantar bahan untuk dilupuskan dalam kuantiti yang banyak. Bukannya tidak mahu terima tetapi kapasiti gudang dan tenaga kerja saya belum mengizinkan.
“Tetapi kalau setakat sekotak dua, saya masih terima,” ujar Rahmat yang mempunyai pengalaman selama 23 tahun dalam bidang percetakan.
Sementara itu, sebuah mesin pembakar khas (insinerator) ditemui krew Kosmo! di luar gudang tersebut. Diperbuat daripada keluli tahan karat, rekaannya mendapat sentuhan idea Rahmat sendiri dan ditempah khas setelah menimba pengetahuan sepanjang lawatannya ke beberapa buah negara sebelum ini.
“Maaf, kos mesin ini tidak boleh saya dedahkan. Yang pasti, apabila kita mereka sendiri, ia lebih murah. Nilainya tidak penting, paling utama saya mahu mendapat sokongan masyarakat untuk sama-sama berkongsi menyelamatkan al-Quran,” katanya.

Suhu 700 darjah Celsius
Proses pembakaran dilakukan secara berkala iaitu dua kali seminggu. Setiap kali sesi membakar, mesin itu dipanaskan terlebih dahulu dan ia mengambil masa selama enam jam.
Tempoh itu diperlukan bagi mencapai tahap suhu sehingga 700 darjah Celsius dan ketika itu barulah kertas-kertas dimasukkan dan dapat dibakar sepenuhnya sehingga hancur. Untuk proses pembakaran yang selesai dalam masa 30 minit itu sahaja, sebanyak empat tong gas diperlukan.
“Hasil daripada pembakaran itu, bahan bakar itu menjadi abu yang kemudian terkumpul di bahagian bawah dan belakang mesin pembakar itu,” terang Rahmat yang lazimnya akan menyudahkan sendiri proses tersebut.

SEORANG petugas sedang meracik helaian kertas yang sudah diasingkan mengikut kategori.


Menurutnya, pendekatan seperti membuang abu ke laut tidak digunakan kerana ia mungkin berhadapan dengan masalah. Antaranya adalah abu tersebut tidak tenggelam atau mengalir dengan teratur.
“Faktor cuaca seperti angin juga boleh menolak haluan abu tersebut. Silap perhitungan, habis muka dan badan melekat dengan abu itu,” selorohnya sambil tergelak kecil.
Maka, langkah seterusnya adalah dengan meletakkan abu tersebut di dalam bekas dan ‘dimandikan’. Abu terbabit digaul rata dengan air untuk memudahkannya dimasukkan ke dalam tong.
Tanpa perlu tong-tong itu dibawa jauh, Rahmat telah pun menyediakan telaga khas di kawasan yang sama. Dibina sedalam 3.5 meter, telaga itulah tempat ‘persemadian’ akhir bagi abu tersebut.
“Kita akan ‘kebumikan’ abu tadi ke dalam telaga ini. Proses ini menjimatkan masa, tenaga dan pengangkutan kerana pengurusan satu tan abu boleh disiapkan dalam masa 20 minit,” jelasnya.